Tuangkan segala bentuk celotehmu suka suka melalui rangkaian huruf

Rabu, 19 April 2017

Kamu dan Rasa Ini


Kamu…
Seseorang yg kutemui tepat dihari pertama aku masuk kerja.
Awalnya rasa itu tidak ada
Sampai tiba disuatu waktu,
Dimana tatapanmu tertuju pada sesuatu dan itu membuatku risih!
Berawal dari moment itu, rasa penasaran mulai sedikit menghampiri.
Semakin lama rasa itu tumbuh dan entahlah bisa disebut apa rasa itu.
Padahal kita jarang dipertemukan, kita juga jarang bertegur sapa, kecuali mungkin saat butuh saja.
Sikapmu jga bisa dibilang cuek, malahan tidak bisa bercanda seperti pada kebanyakan orang.
Tapi entah knp kamu seringkali hadir dimimpiku jg pikiranku?
Harusnya melupakanmu itu mudah, apalagi mengingat kedekatan kita yg bisa dibilang “hanya kenal”
Namun sekeras apapun itu, kamu tetap belum bisa hilang dari pikiranku
Apakah rasa ini hanya aku?
Bagaimana dengan kamu disana? Entahlah
Semoga bukan hanya aku yg terganggu akan kehadiranmu, begitupun kamu

Tulisan ini dibuat dan diposting via tumblr, 14 February 2017
Share:

Sabtu, 01 April 2017

Memory of My Tears

Judul dan gambarnya sepertinya gak nyambung yaa? disambung-sambungin aja deh biar tidak ada yang tersakiti *eh*
malam ini tiba-tiba aja teringat kenangan tentang film Remember Me beberapa tahun lalu. Jadi waktu itu, diajak nonton film ini sama temen kampus. Awal nonton sih biasa aja. Tapi pas lagi nonton film ini, pikiran tidak sepenuhnya ada bersama saya. Setengahnya lagi keluyuran entah kemana. Setelah melihat beberapa adegan yang menurut saya, itu ngena banget di kehidupan pribadi saya. Reflek aja, saat mendekati ending, tidak tahu apa alasanya, air mata ini tidak bisa ditahan. Nangislah sejadi-jadinya di bioskop sampai filmnya berakhir dan sampai saya keluar meninggalkan lokasi kami menonton.
Kasian juga, teman dibuat bingung sama air mata saya. Dan malu, karena itu pertama kalinya saya menangis di hadapan seseorang selain keluarga.

Share:

Situs Gunung Munara bareng O2 Adventure Indonesia

Sebelum memulai cerita, yang masih penasaran apasih O2 Adventure itu, bisa di intip di postingan saya yang sebelumnya di sini.

Berawal dari acara kopdar di kawasan Tangerang Selatan, tepatnya di rumah milik kakak saya yang memang sedang dikosongkan, saya berkumpul dengan teman-teman O2 Adventure Indonesia.
7 January 2017,
Tim O2 Adventure yang saat itu hadir Tommy, Berto, Okta, Nana, dan Lira melakukan perjalanan dari Taman Mini menuju rumah saya di daerah Parung Bogor. Saya menunggu dirumah sambil mempersiapkan ikan yang nantinya akan kami bakar bersama. Rombongan baru tiba dilokasi tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB. Langsung saja mereka mengeksekusi ikan-ikan yang sudah disiapkan tadi. Puas makan dan kenyang, acara dilanjutkan dengan bermain kartu. Sayangnya saya saat itu tidak ikut bermain karena memang tidak mengerti dan memutuskan untuk tidur saja.

8 January 2017
Rencana awal kami akan berangkat ke munara pada pagi harinya. Karena tiba-tiba saja turun hujan pagi itu, sehingga kami menunda perjalanan menuju Munara.Sekitar pukul 12.00 WIB hujan berhenti. Kami bersiap-siap untuk memulai perjalanan. Kami ber-6 berangkat dari Parung menuju Munara dengan menggendarai sepeda motor dan tiba dilokasi sekitar pukul 14.00 WIB.
Sekitar pukul 14.15 WIB kami memulai treking dan sampai di puncak bayangan sekitar pukul 15.30 WIB
Kami lebih banyak menghabiskan waktu di sini dan tidak melanjutkan sampai ke puncak, karena takut kesorean untuk turun. Kami hanya bermain-main di sekitar batu tinggi yang biasa dipanjat oleh para pengunjung dan bernarsis-narsis ria disini.

Share:

Sabtu, 25 Februari 2017

O2 Adventure Indonesia Mendaki Gunung Pangrango

Cerita dimulai dari rencana kami (para anggota O2 Adventure Indonesia) untuk melalukan pendakian ke Gunung Pangrango. Personil yang ikut dalam pendakian ini adalah saya, Lira, Anna, Putri, Adel, Lesmana, Mogi, Tommy, Aries dan Indra. Kamis, Desember 2015 kami berkumpul di terminal Kampung Rambutan, kemudian melaju menuju Basecamp Cibodas menggunakan bus. Kami sampai di Cibodas masih malam dan memutuskan untuk beristirahat serta mengisi perut terlebih dahulu disebuah warung.
Sekitar Pukul 02.00 dini hari, kami memulai melakukan pendakian. Di sepanjang jalur pendakian, kami sering berhenti dan bercanda sampai tidak terasa waktu berlalu sudah terlalu cepat. Disalah satu pos, ketika kondisi langit masih gelap, kami beristirahat dengan beberapa rombongan lain. Disini Mogi melakukan hal yang membuat kami tertawa. Di dedan rombongan wanita, dia buang air kecil sambil membelakangi mereka tanpa sedikitpun rasa malu :D.
Kami tiba di pos air panas sekitar pukul 14.00. Kami berhenti cukup lama untuk beristirahat dan memasak serta mengisi perut.
Setelah dirasa cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan lagi pada pukul 15.30 dan tiba di pos Kandang Badak pukul 18.00. Sebenarnya tujuan awal kami adalah mendirikan tenda dan bermalam di mandalawangi, karena itu kami sengaja memulai pendakian pukul 02.00, agar bisa sampai ke Mandalawangi sebelum gelap.
Tetapi karena langit sudah mulai gelap, dan beberapa orang di tim sudah mulai kelelahan dan tidak sanggup untuk melanjutkan perjalanan kembali, sehingga kami memutuskan untuk mendirikan tenda di Kandang Badak.
Esok hari, kami melakukan summit sekitar pukul 3.30 namun sayangnya dua orang tidak dapat bergabung karena sudah kelelahan. Dibawah gelapnya langit dan udara dingin yg nenusuk kami melangkahkan kaki menuju puncak Pangrango. Langkah yang mulai terasa berat tidak menurunkan semangat menuju puncak. 
Perjuangan kami akhirnya tercapai, dan disinilah kami di puncak Pangrango. Tidak lupa moment ini diabadikan dalam beberapa jepretan kamera. 
Puas bermain dan narsis di puncak, kami melanjutkan bersantai di lembah mandalawangi. Mandalawangi ini adalah padang edelweiss yang berada tidak jauh dari puncak Pangrango. 
Waktu menuunjukan sudah pukul 10.00 wib dan kami pun melanjutkan perjalanan kembali turun menuju kandang badak, tempat mendirikan tenda. Sesampainya di area camp, kami sudah disuguhi makanan untuk isi ulang tenaga :). Sukun goreng dan segelas susu hangat menyambut kedatangan kami.
Perut sudah kenyang, tenaga juga sudah terisi kembali. Kami mulai merobohkan tenda untuk kemudian kembali turun menuju basecamp. Saya dan Bang Aries berjalan turun duluan, lalu disusul personil lainnya di belakang.
Pendakian ini bisa dibilang perjalanan yang lama dan supeeerrr santai untuk pendakian basecamp Cibodas - Kndang Badak. Untungnya waktu yang diperhitungkan tepat, sehingga tidak perlu ada yang namanya bolos kerja karena terlambat turun. hehehehe...
Share:

Senin, 29 Agustus 2016

3 Tahun Desuke Traveler

22 July 2016, Desuke Traveler sudah menginjak usia 3 tahun. Untuk memperingati hari jadi ini, saya dan Yesi membuat sebuah acara pada tanggal 23-24 July 2016. Acaranya adalah kemping ceria di Pasir Panyawangan Purwakarta. Untuk itinerary kalian bisa cek disini. Acara berlangsung tidak berbeda jauh dengan itinerary yang sudah dibuat, hanya saja kami tidak jadi mendirikan tenda melainkan menginap di saung milik warga sana yang bernama Abah Ahmad. Loh kok bisa sih gak jadi kemping?
Kami tiba di Purawakarta menjelang sore hari. Sepanjang perjalanan dari stasiun sampai ke lokasi diguyur hujan lebat. Pada kondisi seperti ini, para peserta pun mulai merasa lapar. Akhirnya kami mampir ke sebuah rumah makan yang menyediakan Sate Maranggi dan Sop Iga. Seporsi sate dibandrol seharga Rp 25.000 , Sop Iga Rp 20.000, Nasi putih Rp 5.000, dan mendapat gratis segelas teh tawar. Perut sudah terisi, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi. Di lokasi sudah ada Yesi yang menunggu di dalam loket penjualan tiket.
Meskipun sudah sampai di lokasi, hujan masih belum juga reda. Kondisi tanah yang becek dan juga hujan yang masih terus menetes, membuat semua peserta menjadi malas untuk mendirikan tenda. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa sebuah saung untuk tempat menginap. Disaung inilah kami memulai acara.
Acara dimulai dengan pembagian doorprize sesi pertama. Di sesi pertama, diadakan permainan tebak kutipan film Indonesia dan quiz yang pertanyaannya masih seputar Desuke Traveler. Disesi ini, ada 18 hadiah yang dibagikan ke 7 orang peserta. Untuk pembagian doorprize sesi kedua diadakan keesokan paginya. Disesi kedua kami membagikan 5 buah hadiah, 2 diantaranya adalah hadiah utama yang berisi hammock dan drybag. Untuk memperebutkan hadiah utama, peserta harus mencari bendera Desuke Traveler yang sebelumnya sudah kami sembuyikan. Bendera ada dua macam, yaitu yang besar dan kecil. Mereka yang menemukan bendera besar, langsung terpilih menjadi pemenangnya. Sedangkan mereka yang menemukan bendera kecil, pemenangnya ditentukan oleh jumlah bendera yang didapat. Untuk tiga hadiah sisanya dibagikan dengan permainan memecahkan balon. Dalam permainan ini, setiap peserta diberikan dua buah balon untuk ditiup dan tali. Balon-balon yang sudah ditiup kemudian diikat menggunakan tali di kaki masing-masing, dan peserta yang satu dengan yang lain saling memecahkan balon lawannya. Dia yang paling banyak memecahkan balon, keluar sebagai pemenangnya.
Usai membagikan hadiah, kami melanjutkan acara untuk treking ke curug dan juga goa. Di curug kami bermain dan menikmati segarnya air yang mengalir disana. Usai menikmati suasana alam di curug, kami kembali ke saung. Dan di tengah perjalanan, tepatnya di hutan pinus, kami menyempatkan menikmati Ketan bakar yang disajikan bersama sate maranggi. Rasanya lebih nikmat daripada yang sebelumnya, dan harganya juga lebih murah. 10 tusuk hanya Rp 15.000.
Mandi, repacking, pembagian hadiah, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Purwakarta. Kami mampir untuk membeli oleh-oleh di daerah Wanayasa dan segera melaju kembali ke Jakarta.
Share: