Senin, 29 Agustus 2016
3 Tahun Desuke Traveler
Mogok
Karena yang mau diceritain itu yaa menyangkut soal mogok, hehehe…
Pagi ini seperti biasa, bangun pagi, siap-siap dan berangkat menuju tempat mencari nafkah. Rempoa-Tanah Kusir-Tanah Abang-Pal Merah-Slipi-Tomang merupakan rute perjalanan yang setiap harinya dilewati. Waktu sudah menunjukan pukul 09.00 ketika si kuda besi melaju dengan kecepatan 40km/jam. Namun naas ketika akan melewati rampu merah sebelum rumah sakit Tarakan, mesin motor tiba-tiba saja mati. Saya menepi dan mencoba untuk menghidupkannya kembali, namun sia-sia dan tidak bisa menyala. Sudah distater dan juga disela tetap tidak mau menyala. Akhirnya saya dorong si kuda besi sampai menemukan bengkel.
Sepanjang perjalanan mencari bengkel, hanya para pengemudi ojek online yang berbaik hati mau membantu mendorong dengan kaki. Sisanya hanya lewat dan berlalu.
Sampai akhirnya saya tiba di sebuah bengkel resmi Y*mah*. Saya mendaftar dan menunggu antrian. Setelah tiba giliran motor diperiksa, saya mencurahkan semua unek-unek mengenai permasalahan motor saya ke teknisi yang mengecek hari itu.
Ternyata teknisinya lebih pandai dan sudah menebak permasalahannya. Dia menyarankan untuk segera servis bekas.
Yaa ampuuun, sudah terlambat jauh masuk kantor, diberi kabar kurang menyenangkan, seperti tertiban durian tepat di kedua kaki (padahal sih belum pernah ngerasain juga).
Hari itu saya tidak melakukan servis besar, hanya minta diakali supaya motor bisa digunakan kembali. Selain membutuhkan waktu yang lama, jam juga sudah mulai bergerak terus. Semakin lama disana, semakin terlambatlah saya. Pukul 10 lewat, motor sudah bisa digunakan kembali dan segeralah saya bergegas menuju kantor.
#jleb
Hampir setiap hari juga kita teleponan,
Hampir setiap hari aku baca email masuk dari kamu,
Tapi sayang bbm itu tidak membahas tentang kita,
Telepon itu juga tidak membicarakan tentang kita,
Dan email yang kamu kirim juga bukan ditujukan kepadaku.
Semua hanya sekedar lewat, lalu pergi dan berlalu…
Nyaris
antri, tap kartu, masuk, berjalan menuju kereta, kemudian mengambil posisi duduk.
3 menit, 10 menit, 15 menit hingga 30 menit kemudian kereta masih belum bergerak juga. Sampai kemudian, ada pemperitahuan dari petugas kereta, bahwa sedang ada gangguan.
sekarang waktu sudah menunjukan pukul 13.00, dan kereta masih tetap belum bergerak, tanpa pikir panjang akhirnya ojek online dipilih untuk meneruskan perjalanan yg tertunda. 1-2 aplikasi dicoba, tapi sayang mereka bilang maaf jarak anda lebih dari 25km.
huuuffff… bete, telat gak ya, harus naik apa dari sini ke stasiun Senen, yang tidak memakan waktu lama.
Seperti tidak kehabisan akal, saya akhirnya menaiki sebuah angkutan umum ke arah gintung, dan turun di Bintaro sektor 2 dekat pasar. Dari sini saya mencoba memesan ojek online lagi dan sampai akhirnya bisa, dan akan di pick up di sana.
Saya sempat menyampaikan ke drivernya supaya bisa sampai di stasiun Senen dalam waktu 1 jam. Driver tersebut memacu laju motornya dengan cukup cepat, sampai saya agak ngeri sendiri. Tapi saya tahan, supaya bisa sampai tepat waktu. Di tengah perjalanan kami terjebak macet, dan disitulah saya mulai pasrah. Kalau memang sampai telat, yasudah saya tidak jadi berlibur saja😥
Tapi ternyata pukul 14.30 saya sudah sampai di sstasiun Senen (mungkin karena driver ojek tersebut ngebut)
Pengalaman mendebarkan, yang nyaris tertinggal kereta dan hampir tidak jadi berlibur. Pokoknya saat itu rasanya campur aduk deh, mungkin bisa kalian coba sendiri. Hehehehe…
Pendakian Pertama
Akhirnya hari H pun tiba. Sebelum menuju Camp David, kami berhenti di pasar untuk membeli perbekalan tambahan seperti sayuran dan lauk pauk. Siang hari kami sampai ke Camp David, repacking dan mulai melakukan pendakian dari sini. Sayang sekali, pengalaman pertama ini saya sudah dikejutkan dengan turunnya hujan. Basah, Berat, Becek, Licin. Tetapi tidak menurunkan semangat saya untuk terus berjalan menuju lokasi camp yaitu Pondok Saladah. Kami mendirikan tenda di Pondok Salada sore hari, sebelum magrib tiba. Sepanjang malam saya hanya menikmati dinginnya malam dari dalam tenda karena langit masih terus meneteskan air.
Keesokan paginya kami summit ke Tegal Alun, namun tidak semua dalam rombongan kami ikut. Disini saya sangat menikmati pendakian. Meskipun dengan guyuran hujan, tetapi pemandangan yang disuguhkan sungguh mempesona. Pemandangan yang sebelumnya tidak saya temukan ketika bermain ke pantai ataupun di bumi perkemahan. Apalagi di Tegal Alun mata dimanjakan dengan padang Edelweis. Mulai dari pendakian inilah, saya jadi mulai menyukai mendaki gunung. Karena selain pemandangan yang indah, kalian juga akan mendapatkan banyak pelajaran dari perjaalanan mendaki. Mau tau pelajaran apa? silahkan coba naik gunung deh :p
Pengalaman Pertama Traveling
Dan kali ini, saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman pertama saya pergi keluar kota sendirian, tanpa pengawasan orang tua, saudara, atau pun guru. Tanpa tahu dimana akan menginap, destinasi apa saja yang akan dikunjungi. Hanya bermodalkan niat, nekat, tekad, dan teman perjalanan.
Pengalaman ini saya dapat tepatnya pada tahun 2009. Ketika itu, saya diajak oleh kedua orang teman Yesi dan Winda untuk jalan-jalan ke Kota Yogyakarta. Karena saya adalah anak yang jarang keluar rumah atau berpergian jauh, saya masih berfikir ulang untuk ikut. Setelah menimbang-nimbang, berfikir ulang, dan meminta izin ke orang tua, akhirnya IKUT adalah sebuah pilihan yang saya ambil. Saat itu kami berencana untuk pergi menggunakan Kereta Api. Karena pada tahun itu, cara pesanan kereta api belum seperti sekarang, akhirnya kita yang akan berangkat saat itu, janjian untuk bertemu di stasiun senen. Disini kami datang lebih awal karena harus mengantri untuk membeli tiket terlebih dahulu. Rencana yang akan berangkat ada 5 orang. Yesi, Kesi, Winda, Angga, dan Ade.
Kami berangkat menggunakan kereta ekonomi. Saat itu, kereta api jarak jauh tidak setertib sekarang. Masih banyak penumpang yang berdiri karena tidak mendapat tempat duduk, penumpang yang duduk dan tidur ditengah jalan. Bahkan masih banyak para pedagang asongan yang bebas berkeliaran di dalam kereta ketika sedang beroperasi. Di Lempuyangan kami dijemput oleh seorang teman yang bernama Dendy. Dan kami juga ditawarkan untuk menginap di kosan milik temannya yang lokasinya tidak jauh dari UGM.
Meskipun hanya 2 malam saja, dan hanya berkeliling sekitar Malioboro, tetapi pengalaman ini sungguh mengesankan. Yang paling mengesankan adalah perjalanan pulang di kereta. Saat itu kondisi tubuh Angga mulai tidak fit. Sampai akhirnya dia kerokan di dalam kereta. Orang-orang hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah kami😀
Berawal dari cerita inilah kisah perjalanan-perjalanan selanjutnya dimulai.
Pendakian Gunung Pangrango with Traveler
Pagipun tiba, satu persatu dari kami bangun, sarapan, dan repacking. Sekitar pukul 09.00 kami memulai pendakian menuju pos Kandang Badak. Perjalanan dari basecamp ke Pos Kandang Badak ditempuh selama 5 jam. Di pos inilah kami mendirikan tenda dan menginap. Sore itu Om Konde menjadi juru masak, sisanya hanya menjadi penonton dan penikmat makanan saja, hehehe.
Pagi dini hari sekitar pukul 3.30 kami bangun dan bersiap untuk summit. Namun, formasi hanya 5 orang saja. Om Konde memilih untuk tidak ikut dan tetap berada di tenda, alasannya sih masih ingin menikmati tidur. Setelah melengkapi apa saja yang perlu dibawa untuk summit kami berlima memulai pendakian. Udara dingin ditengah gelapnya malam tidak menyurutkan niat untuk terus mencapai tujuan. Sayang sekali, kami tiba dipuncak sudah terang, sehingga tidak sempat menikmati sunset. Setelah puas berfoto-foto di puncak, kami menuju lembah Mandalawangi. Mengistirahatkan badan sejenak sambil menikmati pemandangan padang edelweis di tengah belaian angin Mandalawangi.
Kami turun menuju Pos Kandang Badak sekitar pukul 9. Sesampainya dilokasi, kami sudah disambut oleh masakan dari komandan dapur Om Konde😀. Sungguh pengertian sekali, tahu saja kalau kami sudah lapar setelah menempuh perjalanan summit😀. Setelah selesai menikmati hidangan, tenda mulai dirobohkan, repacking perlengkapan, bersiap-siap untuk turun menuju basecamp.
Celoteh
Pagi hari berangkat kerja. Pulang kerja malam, langsung pulang ke rumah. Kemudian dilanjutkan tidur. Besok paginya, berulang lagi seperti ini. Kalau seperti ini terus, kapan nih bisa berinteraksi dengan dunia luar. Mentok-mentok cuma muter-muter chit chat sama orang kantor (syedih gak sih?).
Dari yang monoton ini, jadi kepikiran buat solo traveling ke sebuah tempat baru trus interaksi sama orang-orang disana. Hehehehe
Tapi sayangnya, nyali untuk berjalan sendiri masih belum terkumpul. Apalagi dengan kondisi kejahatan yang sedang marak beredar dimana mana. Tapi next time, tetep harus kesampaian deh pokoknya🙂
Hati Tak Mampu Menahan Godaan di Indofest
6 April 2016, jam menunjukan pukul 18.15. Saya bersiap-siap untuk beranjak dari kantor menuju Istora Senayan. Ditemani seseorang yang kebetulan satu kantor, kami berangkat mengendarai sepeda motor. Sampai di Istora Senayan sekitar pukul 19.00, kami langsung membeli tiket dan masuk. Harga tiket masuknya Rp 25.000. Dan untuk pengunjung yang masuk diberikan sebuah gelang yang harus digunakan selama berada di Indofest.
Kami datang ke sini tidak niat untuk berbelanja, hanya sekedar melihat-lihat saja. Namun setelah melihat sepatu Hi tech, rasanya saya jadi galau ingin membelinya, hehe. Kemudian kami berkeliling untuk melihat barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Meskipun sudah dibawa berkeliling dan diajak melihat barang-barang lainnya, tapi hati ini masih saja kepikiran sepatu Hi tech yang dilihat tadi. Setelah puas berkeliling, kami memutuskan kembali ke toko sepatu Hi Tech, dan akhirnya saya melambaikan tangan ke akmera. Satu pasang Sepatu Hi tech berhasil saya bawa pulang >.<
Tips buat kalian yang pergi ke sebuah event seperti ini. Kalau memang tidak niat membeli apa-apa dari rumah sebaiknya bawalah uang secukupnya, dan jangan membawa ATM. Karena bisa-bisa akan seperti saya, tergoda dan tidak bisa menahan diri untuk tidak membeli, hehehe…
Traveler Menyisakan Kenangan
Awal perjalanan club Traveler cukup bagus. Meskipun tidak banyak, tetapi kami sering berkumpul dan mengadakan kopdar. Kopdar sudah sering, tetapi untuk trip bersama selalu gagal terlaksana. Mungkin hanya trip-trip gabungan yang mengikut sertakan beberapa orang diantara kami, tetapi bukan trip atas nama Traveler.
Namun sangat disayangkan, semakin kesini club ini mulai sepi dan saat ini sudah tidak ada lagi. Biarpun clubnya sudah tidak ada dan menghilang, tetapi anggotanya masih terjalin silaturahminya. Bersama kalian, terciptakan kenangan tersendiri🙂
Sabtu, 20 Agustus 2016
O2 Adventure Indonesia
Setelah melalui tahap kompromi melalui grup Whatsapp, akhirnya lahirlah nama O2 Adventure yang dibentuk tepat ketika hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2015. Dengan Dibantu dan didukung oleh Sonip dan Lira kami melebarkan sayap untuk terus tetap solid dan membawa nama O2 Adventure agar bisa dikenal kalian wahaaaiii para petualang.
Kenapa O2 Adventure?
O2, kepanjangan dari orang-orang ditambah adventure, yg bermakna orang-orang alam bebas Indonesia. Jadi, siapapun boleh bergabung disini.
O2, merupakan oksigen. Bergerak bebas diudara, tanpa ada batasan.
Bagi kalian para petualang, yang ingin bergabung dengan kami di aplikasi bernama beetalk, silahkan cari club O2 Adventure dengan id club 1144394. Sedangkan yang ingin bergabung, tetapi tidak ada aplikasi Beetalk, kalian bisa menghubungi saya. Akan diinfokan lebih lanjut bila ada acara kumpul-kumpul atau trip bareng.
Selamat bergabung Orang-Orang Indonesia😀
Desuke Traveler
Seiring berjalannya waktu dan juga didukung dengan lokasi kostan yang tidak jauh, kami sering pergi bersama, main bersama, menginap di kamar salah satu dari kita, sampai akhirnya kita 1 kostan hanya dibedakan lokasi kamar.
Frekuensi pertemuan yang sering inilah yang membuat kita semakin dekat dan terkadang sering melakukan trip hanya berdua saja.
Setiap kali kita traveling, hampir selalu hanya berdua saja. Akhirnya sebuah ide isengpun muncul. Bagaimana kalau kita membuat sebuah nama?. Akhirnya nama Desuke Traveler lah yang terpilih. Kenapa Desuke? Karena Itu merupakan singkatan nama kami berdua yaitu Desrian dan Sukesi.
Buat kamu yang penasaran seperti apa Desuke Traveler, silahkan intip DISINI.
gimana? gimana? udah baca kan? semoga next trip kalian bisa ikutan gabung sama kita yaa:).
Kamis, 18 Agustus 2016
Dufan Ceria
Yeaayyy...
Akhirnya dudul family bisa jalan bareng lagi :) Yang biasanya kita cuma jalan-jalan ke mall, kali ini kita berkesempatan jalan bareng ke dunia fantasi sama-sama. Formasinya masih tetep ber-4 aja. Kita sengaja pilih weekday supaya tidak terlalu ramai.
Saya, lili, dan ebi berangkat dari rumah masing-masing menggunakan kereta dan janjian bertemu di stasiun kota. Sedangkan Yola berangkat dengan mengunakan busway dan sepakat untuk bertemu langsung di depan loket masuk dufan. Hari itu kebetulan sedang ada promo khusus pengunjung wanita. Harga tiket menjadi Rp 100.000 saja.
Kami sudah sama-sama berkumpul di depan pintu masuk dufan, tiket juga sudah didapat. Langsung saja kami masuk dan sebagai tanda masuk masing-masing pengunjung akan diberikan cap di bagian tubuhnya (biasanya di tangan). Awal penjelajahan kami di dufan, nampaknya masih banyak wahana yang belum beroperasi. Setelah berkeliling mencari-cari wahana yang seru, tetapi masih belum juga ada wahana yang bisa kami mainkan ber-4. Akhirnya saya dan Ebi menaiki wahana ombang ambing berdua. kok cuma berdua? why? Itu karena Yola dan Lili tidak mau diajak naik wahana tersebut -_- payah yaa mereka berdua :)
Setelah kami selesai menaiki wahana tersebut kemudian dilanjukan dengan mengantri pada beberapa wahana lainnya. Hingga tibalah kami pada wahana halilintar. Wahana ini sangat memakan waktu lama mengantri. Hampir 2 jam waktu yang kami habiskan hanya untuk mengantri. Padahal hari itu adalah weekday, bukan hari libur, tetapi antrian wahana ini cukup membuat jengkel juga. Lama mengantri, akhirnya tiba giliran kami untuk merasakan sensasi wahana halilintar. Sensasinya sih kurang berasa, karena cuma beberapa menit aja. Yang lebih berasa lama ngantrinya malahan :(
Perut sudah meronta - ronta minta untuk diisi. Tanpa menunggu lebih lama lagi, kami segera menuju salah satu restoran Jepang yang berada di area dufan ini. Posisi meja sengaja kami pilih di luar ruangan, supaya bisa sambil melihat-lihat wahana yang ada disekitar sana.
Perhatian kami tertuju pada wahana ice ages yang antriannya cukup panjang hari itu. Yola dan Lili sangat semangat untuk antri wahana tersebut. Sedangkan saya dan ebi agak sedikit malas karena lihat antrian yang cukup panjang.
Setelah selesai makan, akhirnya kami berpisah, saya dan ebi mengantri kicir kicir sambil menikmati pemandangan dari atas. Sedangkan Yola dan Lili sibuk mengantri wahana ice ages sampai kami selesai menaiki kicir - kicir.
Dreeettt dreeett drreettt.... Panggilan masuk dari Lili, yg menanyakan posisi saya dan Ebi. Memaksa kita untuk segera menyusul mereka dan ikut serta mencoba wahana ice age.
Saya tertipu. Katanya wahana ini tidak akan basah-basahan. Nyatanya saya terkena cipratan air yg cukup membuat baju basah. Huufff
Waktu sudah semakin sore dan sudah hampir gelap, wahana-wahana di dufan juga sudah mulai ditutup satu per satu.
Tempat terakhir yg kami kunjungi adalah wahana rumah hello kitty.
Sekitar pukul 19.00 kami berpisah untuk kemudian kembali pulang ke rumah masing - masing.
Sungguh melelahkan hari ini, tetapi cukup terpuaskan. Semoga masih bisa pergi bareng-bareng lagi dilain kesempatan 😊
Rabu, 17 Agustus 2016
Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia
Selamat hari Kemerdekaan Indonesian...
Semoga diusiamu yg menginjak 71, Indonesia makin maju terus ☺️
Minggu, 14 Agustus 2016
Beetalk Mempertemukan Kita
Sosial media merupakan media online yang biasanya menjadi tempat untuk ajang curhat, ajang pamer, ajang berdoa, ajang berbagi, ajang marah-marah, pokoknya ajang sesuka manusia deh mau share apa disana:)
Nah disini saya mau bahas dan bercerita sedikit mengenai salah satu aplikasi media sosial yaitu beetalk. Adakah yang belum tahu aplikasi ini? Oke, akan saya jabarkan sedikit mengenai aplikasi ini.
Beetalk merupakan sebuah aplikasi chatting. Ituloh yang logonya gambar lebah. aplikasi ini menyediakan fitur-fitur untuk menemukan teman barumu seperti look around, radar, flip. Stiker-stiker yang digunakan didalamnya juga lucu-lucu banget loch, bikin chat kamu jadi lebih seru. Sekarang bagaimana? sudah ada bayangan kan? biar tambah paham, download aja langsung aplikasinya di smartphone kalian ya, hehe.







