22 July 2016, Desuke Traveler sudah
menginjak usia 3 tahun. Untuk memperingati hari jadi ini, saya dan Yesi
membuat sebuah acara pada tanggal 23-24 July 2016. Acaranya adalah
kemping ceria di Pasir Panyawangan Purwakarta. Untuk itinerary kalian
bisa cek disini.
Acara berlangsung tidak berbeda jauh dengan itinerary yang sudah
dibuat, hanya saja kami tidak jadi mendirikan tenda melainkan menginap
di saung milik warga sana yang bernama Abah Ahmad. Loh kok bisa sih gak
jadi kemping?
Kami tiba di Purawakarta menjelang sore
hari. Sepanjang perjalanan dari stasiun sampai ke lokasi diguyur hujan
lebat. Pada kondisi seperti ini, para peserta pun mulai merasa lapar.
Akhirnya kami mampir ke sebuah rumah makan yang menyediakan Sate
Maranggi dan Sop Iga. Seporsi sate dibandrol seharga Rp 25.000 , Sop Iga
Rp 20.000, Nasi putih Rp 5.000, dan mendapat gratis segelas teh tawar.
Perut sudah terisi, kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi. Di lokasi
sudah ada Yesi yang menunggu di dalam loket penjualan tiket.
Meskipun sudah sampai di lokasi, hujan
masih belum juga reda. Kondisi tanah yang becek dan juga hujan yang
masih terus menetes, membuat semua peserta menjadi malas untuk
mendirikan tenda. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa sebuah saung
untuk tempat menginap. Disaung inilah kami memulai acara.
Acara dimulai dengan pembagian doorprize
sesi pertama. Di sesi pertama, diadakan permainan tebak kutipan film
Indonesia dan quiz yang pertanyaannya masih seputar Desuke Traveler.
Disesi ini, ada 18 hadiah yang dibagikan ke 7 orang peserta. Untuk
pembagian doorprize sesi kedua diadakan keesokan paginya. Disesi kedua
kami membagikan 5 buah hadiah, 2 diantaranya adalah hadiah utama yang
berisi hammock dan drybag. Untuk memperebutkan hadiah utama, peserta
harus mencari bendera Desuke Traveler yang sebelumnya sudah kami
sembuyikan. Bendera ada dua macam, yaitu yang besar dan kecil. Mereka
yang menemukan bendera besar, langsung terpilih menjadi pemenangnya.
Sedangkan mereka yang menemukan bendera kecil, pemenangnya ditentukan
oleh jumlah bendera yang didapat. Untuk tiga hadiah sisanya dibagikan
dengan permainan memecahkan balon. Dalam permainan ini, setiap peserta
diberikan dua buah balon untuk ditiup dan tali. Balon-balon yang sudah
ditiup kemudian diikat menggunakan tali di kaki masing-masing, dan
peserta yang satu dengan yang lain saling memecahkan balon lawannya. Dia
yang paling banyak memecahkan balon, keluar sebagai pemenangnya.
Usai membagikan hadiah, kami melanjutkan
acara untuk treking ke curug dan juga goa. Di curug kami bermain dan
menikmati segarnya air yang mengalir disana. Usai menikmati suasana alam
di curug, kami kembali ke saung. Dan di tengah perjalanan, tepatnya di
hutan pinus, kami menyempatkan menikmati Ketan bakar yang disajikan
bersama sate maranggi. Rasanya lebih nikmat daripada yang sebelumnya,
dan harganya juga lebih murah. 10 tusuk hanya Rp 15.000.
Mandi, repacking, pembagian hadiah,
kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Purwakarta. Kami mampir
untuk membeli oleh-oleh di daerah Wanayasa dan segera melaju kembali ke
Jakarta.






0 komentar:
Posting Komentar