Pengalaman Pertama itu akan selalu punya kesan Wah, Istimewa, Beda.
Dan kali ini, saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman pertama saya pergi keluar kota sendirian, tanpa pengawasan orang tua, saudara, atau pun guru. Tanpa tahu dimana akan menginap, destinasi apa saja yang akan dikunjungi. Hanya bermodalkan niat, nekat, tekad, dan teman perjalanan.
Pengalaman ini saya dapat tepatnya pada tahun 2009. Ketika itu, saya diajak oleh kedua orang teman Yesi dan Winda untuk jalan-jalan ke Kota Yogyakarta. Karena saya adalah anak yang jarang keluar rumah atau berpergian jauh, saya masih berfikir ulang untuk ikut. Setelah menimbang-nimbang, berfikir ulang, dan meminta izin ke orang tua, akhirnya IKUT adalah sebuah pilihan yang saya ambil. Saat itu kami berencana untuk pergi menggunakan Kereta Api. Karena pada tahun itu, cara pesanan kereta api belum seperti sekarang, akhirnya kita yang akan berangkat saat itu, janjian untuk bertemu di stasiun senen. Disini kami datang lebih awal karena harus mengantri untuk membeli tiket terlebih dahulu. Rencana yang akan berangkat ada 5 orang. Yesi, Kesi, Winda, Angga, dan Ade.
Kami berangkat menggunakan kereta ekonomi. Saat itu, kereta api jarak jauh tidak setertib sekarang. Masih banyak penumpang yang berdiri karena tidak mendapat tempat duduk, penumpang yang duduk dan tidur ditengah jalan. Bahkan masih banyak para pedagang asongan yang bebas berkeliaran di dalam kereta ketika sedang beroperasi. Di Lempuyangan kami dijemput oleh seorang teman yang bernama Dendy. Dan kami juga ditawarkan untuk menginap di kosan milik temannya yang lokasinya tidak jauh dari UGM.
Meskipun hanya 2 malam saja, dan hanya berkeliling sekitar Malioboro, tetapi pengalaman ini sungguh mengesankan. Yang paling mengesankan adalah perjalanan pulang di kereta. Saat itu kondisi tubuh Angga mulai tidak fit. Sampai akhirnya dia kerokan di dalam kereta. Orang-orang hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah kami😀
Berawal dari cerita inilah kisah perjalanan-perjalanan selanjutnya dimulai.
Dan kali ini, saya akan berbagi cerita mengenai pengalaman pertama saya pergi keluar kota sendirian, tanpa pengawasan orang tua, saudara, atau pun guru. Tanpa tahu dimana akan menginap, destinasi apa saja yang akan dikunjungi. Hanya bermodalkan niat, nekat, tekad, dan teman perjalanan.
Pengalaman ini saya dapat tepatnya pada tahun 2009. Ketika itu, saya diajak oleh kedua orang teman Yesi dan Winda untuk jalan-jalan ke Kota Yogyakarta. Karena saya adalah anak yang jarang keluar rumah atau berpergian jauh, saya masih berfikir ulang untuk ikut. Setelah menimbang-nimbang, berfikir ulang, dan meminta izin ke orang tua, akhirnya IKUT adalah sebuah pilihan yang saya ambil. Saat itu kami berencana untuk pergi menggunakan Kereta Api. Karena pada tahun itu, cara pesanan kereta api belum seperti sekarang, akhirnya kita yang akan berangkat saat itu, janjian untuk bertemu di stasiun senen. Disini kami datang lebih awal karena harus mengantri untuk membeli tiket terlebih dahulu. Rencana yang akan berangkat ada 5 orang. Yesi, Kesi, Winda, Angga, dan Ade.
Kami berangkat menggunakan kereta ekonomi. Saat itu, kereta api jarak jauh tidak setertib sekarang. Masih banyak penumpang yang berdiri karena tidak mendapat tempat duduk, penumpang yang duduk dan tidur ditengah jalan. Bahkan masih banyak para pedagang asongan yang bebas berkeliaran di dalam kereta ketika sedang beroperasi. Di Lempuyangan kami dijemput oleh seorang teman yang bernama Dendy. Dan kami juga ditawarkan untuk menginap di kosan milik temannya yang lokasinya tidak jauh dari UGM.
Meskipun hanya 2 malam saja, dan hanya berkeliling sekitar Malioboro, tetapi pengalaman ini sungguh mengesankan. Yang paling mengesankan adalah perjalanan pulang di kereta. Saat itu kondisi tubuh Angga mulai tidak fit. Sampai akhirnya dia kerokan di dalam kereta. Orang-orang hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah kami😀
Berawal dari cerita inilah kisah perjalanan-perjalanan selanjutnya dimulai.






0 komentar:
Posting Komentar